Selamat Datang di Pelestarian dan Aset Digital
Pura Penataran Sasih

Website ini dapat memberikan anda informasi digital dari warisan budaya yang terdapat di Pura Penataran Sasih dengan menyajikan aset-aset yang dimiliki oleh Pura Penataran Sasih secara digital

Pengetahuan Umum Pura

Pura Penataran Sasih merupakan Pura Dang Kahyangan atau Pura Kahyangan Jagat yang terletak di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Desa Pejeng sendiri dikatakan merupakan dahulunya pusat kerajaan pada zaman Bali Kuno. Pura ini didirikan oleh Raja yang bergelar Sri Kesari Warmadewa yang memerintah pada tahun saka 835 atau 913 masehi. Pura Penataran Sasih merupakan situs cagar budaya yang dimana pura ini menyimpan berbagai macam peninggalan pada zaman dahulu seperti beberapa acra, fragmen, dan yang paling dikenal oleh masyarakat sekitar adalah nekara, dimana nekara ini mitosnya adalah bulan yang jatuh kebumi. 

Sejarah

Pura Penataran Sasih sendiri diyakini sebagai pura penataran kerajaan pada zaman Bali Kuno. Hal ini diyakini dari banyaknya geria (rumah pendeta), arca-arca yang terdapat di wilayah tersebut. Pura Penataran Sasih sendiri diyakini telah di bangun pada ratusan tahun yang lalu. Pada masa pemerintahan Raja yang bergelar Sri Kesari Warmadewa yang memerintah pada tahun saka 835 atau 913 masehi yang berkeraton di Singhandawa Desa Pejeng pada saat ini. Beliau membangun beberapa pura sad kahyangan dan pura lainnya, dimana salah satu pura yang dibangun oleh beliau adalah Pura Penataran Sasih. Kemudian pada masapemerintahan Prabu Chandra Sangka pada tahun saka 884 atau 962 masehi Pura Penataran Sasih di pugar dan pada saat itu diadakan upacara keagamaan yang disertai dengan tarian-tarian sakral seperti nampyog, anten-antenan, siyat sampiam, sanghyang jaran, ngelamuk behe, dan maplengkungan.

Pada Masa Pemerintahan Raja Dewa Agung Mayun pada tahun saka 1627 atau 1705 masehi sebelum memerintah Pejeng beliau berkeraton di desa Bukit Tampaksiring setelah pindah dari Desa Guliang Bangli. Pada Suatu hari Raja Taman Bali yang bergelar I Dewa Oka menggelar tapa semadi beliau bersabda “ Bahwa diselatan dari desa bukit tampaksiring ada sebuah desa yang sangat utama, dan terlihat bersinar, banyak terdapat arca/pralingga perwujudan para dewa /bhatara”. Kemudian pada tahun saka 1839 atau 1917 masehi terjadi peristiwa meletusnya gunung batur dengan gempa bumi yang dahsyat yang banyak minimbulkan korban jiwa pada masanya dan kerusakan-kerusakan bangunan suci/pura di Bali, dimana Pura Penataran Sasih termasuk yang mengalami kerusakan yang parah. hingga pada tahun 1966 setelah adanya pemerintahan Republik Indonesia, Pura Penataran Sasih akhirnya dipugar kembali dan selanjutnya diadakan acara Ngusaba Desa

Sejarah Nekara Pejeng

Nekara Pejeng merupakan benda peninggalan yang berupa nekara dengan bahan perunggu yang menyerupai bedug/kendang yang dikedua sisi memiliki bidang pukul dan satu bagian bidang pukulnya terbuka. Ukuran dari nekara ini dengan tinggi 1,86 M dan diameter bidang pukul 1,60 M. Dari mitos yang berkembang di masyarakat bahwa Nekara tersebut dipakai sebagai media untuk upacara memohon hujan, ada pula cerita yang berkembang bahwa Nekara tersebut disebut sebagai subeng Ki Patih Kebo Iwa yang karena kesaktiannya berhasil membuat relif dan cadi di pura Gunung Kawi dan Goa Gajah. Ada juga mitos yang bekembang bahwa pada masa itu Nekara ini dikatakan sebagai bulan atau benda langit yang mengeluarkan cahaya yang jatuh di Pejeng, sehingga desa pejeng tidak pernah terjadi suasana malam, dengan suasana yang terang benderang menyebabkan para pencuri yang berniat jahat tidak bisa melaksanakan niat jahatnya, maka mereka mengencingi benda tersebut hingga sinarnya berhenti sampai saat ini.

Pembagian Kawasan Pura

Pura Penataran Sasih terbagi menjadi 3 kawasan yaitu Utama mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala. pada Utama Mandala terdapat 25 bangunan (pelinggih), sedangkan pada Madya Mandala terdapat 5 bangunan, dan kawasan Nista Mandala yang langsung menghadap jalan raya.

Lokasi Pura

Pura Penataran Sasih sendiri terletak Jalan Raya Dr. Ir. Sukarno, Pejeng, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Lokasi Pura Penataran Sasih ini juga dekat dengan beberapa pura cagar budaya lainnya seperti Pura Goa Gajah, Pura Kebo Edan,  dan Pura Samuan Tiga.

Video Pura Penataran Sasih

Aset Pura Penataran Sasih

Aset Benda
0
Aset Bangunan
0
Aset Tradisi
0
Aset Benda
0
Aset Bangunan
0
Aset Tradisi
0

Aset Benda

Aset Bangunan

Aset Tradisi