Upacara mapeselang merupakan salah satu dari dewa yadnya yang dilakukan berdasarkan sumber ajaran dan sastra yaitu lontar widdhi tatwa, tapini yadnya, rareangon, medang kemulan, dan bomakertih. Pelaksanaan ritual ini lebih menekankan pada konsep Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang nirguna dijadikan saguna yang berwujud Sang Hyang Samara Ratih sebagai dewa cinta kasih dan sebagai perwujudan purusa dan pradhana yang menjadi cikal bakal proses penciptaan alam semesta berserta isinya. Pada Pura Penataran Sasih sendiri upacara ini diadakan setiap 5 tahun sekali yang disebut mepeselang yang artinya ida betara turun ke bumi ini untuk memberikan kesejahteraan kepada umatnya. Upacara ini berlangsung selama 11 hari. Ida Bhatara turun melalui Bale Paselang ini dengan memmakai injekan kepala kerbau. Kerbau yang digunakan pada upacara ini merupakan kerbau yang memiliki warna khusus yakni bulunya berwarna kekuningan.