Tari Ombak-Ombakan

Penjelasan

Tari Ombak-Ombakan merupakan tarian yang diadakan 1 tahun sekali saat piodalan atau ngusaba desa tepatnya 4 hari setelah Ngusaba Desa dilaksanakan di Pura Penataran Sasih. Tarian ini merupakan salah satu tarian sakral yang ada di pura ini. Tarian ini biasanya dilakukan oleh para sutri dan juru sirat. Tarian ini mirp seperti ombak dilaut seperti gerak maju dan mundur. Karena hal itulah tarian ini dinamakan Tari Ombak Ombakan karena geraknya yang berbentuk seperti ombak di laut. Tarian ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan mengucapkan terimakasih kepada beliau yang berstana disini.

Pelaksanaan

Hal pertama yang dilakukan sebelum tarian ini berjalan adalah dengan melakukan matur piuning yang bertujuan untuk meminta ijin kepada Ida Bethara yang bersemayam di Pura Penataran Sasih agar prosesi ini dapat berjalan dengan baik. Sebelum melakukan tari ombak-ombakan ini dilakukannya ‘nampyog’ dimana para sutri dan juru sirat akan mengelilingi pura sembari menari. Sutri dan juru sirat ini merupakan para pengayah pura dimana sutri umumnya adalah orang tua(wanita) yang sudah berkeluarga serta kaum muda yang disebut juru sirat yang biasanya berumur belasan tahun sampai maksimal 30 tahun. Kemudian setelah nampyog sutri dan juru sirat akan saling tarik menarik yang biasanya disebut mabente-bentean. Saat prosesi ini berlangsung, para pengayah saling berpegangan tangan, lalu saling tarik satu sama lain. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan maju mundur sedemikian rupa, sehingga terbentuklah Gerakan yang menyerupai ombak, inilah yang disebut sebagai tari ombak-ombakan.

Galeri