Tarian Sang Hyang Jaran merupakan tarian sakral di Pura Penataran Sasih yang tidak dapat direncanakan secara khusus. Penari dari tarian ini harus melakukan penunjukan khusus dari yang bersemayam di Pura Penataran Sasih ini. Proses pemilihan ini menggunakan pemangku sebagai perantaranya. Tarian ini dapat dilakukan jika beliau berkenan hadir (yang bersemayam di Pura Penataran Sasih), jika tidak maka tarian ini tidak dapat dilaksanakan. Tarian ini pertama dilaksanakan pada tahun 1966 ketika pemugaran Pura Penataran Sasih. Pada saat beliau berkenan hadir (yang bersemayam di Pura Penataran Sasih) maka beliau akan memilih seseorang untuk melakukan tarian ini. Ketika tarian ini sedang berlangsung akan diiringi dengan lagu Sang Hyang Jaran yang di nyanyikan oleh ibu-ibu yang ada di Pura Penataran Sasih. Kemudian para penari yang telah kerauhan (kerasukan) akan menari mengelilingi bara api yang berasal dari sabut kelapa kering. Panari yang telah kerasukan terkadang menari sembari menerjang bara api dan diinjak-injak api tersebut. Meskipun para penari terus menerjang api mereka tidak merasakan panas ataupun sakit hal ini dikarenakan para penari ini dalam kondisi kerahuan (kerasukan) oleh beliau yang bersemayam di Pura Penataran Sasih. Tarian ini akan terus berlangsung sampai bara api yang terbuat dari sabut kelapa kering ini padam.